Hari Selasa (25/6) saat sesi dagang kawasan Eropa berlangsung, terlihat pasangan USDCHF sedang mengalami penguatan dari titik paling rendah di sekitar level harga 0,9700 yang merupakan paling rendah skala tahunan. Saat ini Franc Swiss sedang lemah dan tidak mampu bertahan melawan USD untuk mencapai titik paling tinggi dalam perdagangan hariannya.

Secara luas USDCHF memang telah memperpanjang momentum penurunannya yang sudah terjadi pada pekan lalu dengan kekuatan yang cuku besar. Percampuran beragam faktor terus menyeret CHF untuk terus menguat dan menekan pasangan saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung. Dolar AS sendiri tidak mampu melawan setelah rilis kebijakan moneter dengan pernyataan dari Fed yang sangat dovish. Hal ini juga terlihat pada pergerakan benchmarik sentimen resiko global yaitu yield imbal hasiol obligasi Treasury AS yang terus mengalami kemerosotan dan membuat Franc Swiss unggul sebagai aset safe haven.

Sekarang yield Treasury AS skala 10 tahunan sedang mengalami penurunan menuju ke bawah level 2 persen dan didorong lemahnya sentimen resiko global. Suasana risk-off pada pasar mulai terlihat karena adanya ketegangan yang mulai meningkat di bidang geopolitik antara AS dengan Iran. Hal ini mendukung safe haven termasuk Franc Swiss untuk menguat dan mendominasi pasangan USDCHF pada pekan lalu dan awal sesi dagang hari ini.

Tapi walaupun saat ini Dolar AS sedang menguat terhadap CHF, masih perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut apakah bull cukup untuk momentum pemulihan pasangan. Untuk perdagangan hari ini ada rilis data mengenai indeks keyakinan konsumen dan juga indeks sektor manufaktur serta data penjualan rumah yang disampaikan saat sesi dagang kawasan Amerika Utara.

Dilansir oleh inforexnews.com