sf-thumb-201902182227403186-crop-287439-0218222707.jpeg

Saat berita ditulis, pergerakan harga emas sudah mulai mengalami rebound kembali dan turun dari kawasan paling tinggi di sesi Asia. Grafik pergerakan logam mulia saat masa awal perdagangan hari Senin (6/5) mengalami kenaikan cukup tajam menuju ke kawasan level harga $1,285. Sekarang walaupun sudah mulai kehilangan momentum penguatan, logam mulai masih terlihat mampu mendominasi perlawananya terhadap USD ketika pasar lebih memilih menghindari dari resiko perdagangan.

Saat ini harga emas diperdagangan pada level harga sekitar $2.282 per troy ounce atau mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen skala harian. Logam mulai juga sempat mengunjungi support yang cukup kuat di sekitar $1,266 pada pekan lalu untuk kemudian membentuk pola double bottom dan kemudian melonjak naik ketika suasana risk-off sedang menguasai pasar. Penguatan emas sangat dipengaruhi oleh adanya penurunan aset-aset beresiko yang disebabkan oleh naiknya kekahwatiran pasar atas perang dagang antara AS dengan China.

Hari Minggu melalui akun Twitternya, Presiden Trump menyampaikan sebuah nada ancaman bahwa biaya atas barang-barang dari China dengan nilai $200 Miliar akan mengalami kenaikan dari 10 persen menuju ke 25 persen. Kemungkinan ancaman ini disampaikan oleh Trump karena sampai saat ini belum ada pembaruan-pembaruan kemajuan dari negosiasi kedua negara. Dengan berhembusnya kabar negatif ini, China memberikan respon dengan membatalkan rencana kunjungan PM China untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Dengan kabar-kabar dunia yang sangat beresiko membuat permintaan aset-aset safe haven melonjak. Pada kontrak berjangka di S&P 500 mengalami penurunan sebesar 53 poin atau sebesar 1,8 persen. Harga minyak mentah global juga terdampak negatif dengan penurunan sebesar 2 persen. Hal positif dicapai oleh harga emas yang mampu melonjak tinggi membentuk kawasan paling tinggi skala harian. Untuk ke depan emas bisa menembus level harga $1.285 jika ketenangan belum diperoleh pasar.

Dilansir oleh inforexnews.com