439353_620.jpg

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut mengendur pada perdagangan pagi ini, Selasa (16/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terapresiasi tipis 10 poin atau 0,07 persen di level Rp13.910 per dolar AS.

Penguatannya kemudian terpantau menipis menjadi hanya 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp13.917 pada pukul 08.21 pagi WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (15/7/2019), rupiah mampu menguat tajam 88 poin atau 0,63 persen dan ditutup di level Rp13.920 per dolar AS meskipun indeks dolar AS menguat.

Pada perdagangan Senin (15/7), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, ditutup menguat 0,13 persen atau 0,123 poin di level 96,933.

Pergerakannya terpantau lanjut naik 0,05 persen atau 0,050 poin ke level 96,983 pagi ini, Selasa (16/7), setelah dibuka turun tipis 0,014 poin atau 0,01 persen di posisi 96,919.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya terhadap dolar AS hari ini? Simak di Bisnis.com secara live.

10:15 WIB

Pukul 09.51 WIB: Kurs Rupiah Menguat Tipis

Nilai tukar rupiah kembali menguat dan terapresiasi tipis 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.918 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik hanya 0,008 poin atau 0,01 persen ke posisi 96,941.

09:08 WIB

Pukul 08.53 WIB: Kurs Rupiah Berbalik Melemah

Nilai tukar rupiah berbalik melemah 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp13.926 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik tipis 0,018 poin atau 0,02 persen ke posisi 96,951.

08:37 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Menguat Tipis 10 Poin

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksikan masih akan cenderung melanjutkan penguatannya pada Selasa, 16 Juli 2019.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan faktor global merupakan sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Meredanya sentimen perang dagang antara AS dengan China disikapi positif oleh pelaku pasar.

Sementara itu, adapun sentimen dovish dari The Fed telah mempengaruhi pelemahan dolar AS. Di sisi lain, proyeksi dari data penjualan ritel maupun data penjualan ritel inti AS yang sama-sama diproyeksikan turun dari 0,5% menjadi 0,1% diyakini akan terus memberikan efek terhadap depresiasi mata uang dolar AS.

Dari domestik, para pelaku pasar mengapresiasi peran pemerintah dalam menjaga stabilitas politik maupun keamanan sehingga hal ini akan memberikan katalis positif bagi meningkatnya kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun euphoria rekonsiliasi politik antara Jokowi dengan Prabowo, serta data neraca perdagangan Juni dilaporkan mengalami surplus US$196 Juta memberikan katalis positif bagi rupiah.

Secara teknikal, terlihat pola three black crows candlestick pattern pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan bagi rupiah terhadap dolar AS.

"Khusus untuk range USDIDR pada hari Selasa adalah: 13.830 - 13.975," demikian menurut risetnya.

Dilansir oleh Bisnis.com