dolar-as-tak-banyak-bergerak-menanti-rapat-the-fed-cU6Og1poNA.jpg

Hingga pagi hari ini, Indeks US Dollar masih bergerak stabil, sebagian besar pasar masih berada dalam mode wait and see karena para pedagang melihat ke depan untuk hasil pertemuan the Fed ketika para pembuat kebijakan diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2008!

Dengan pasar yang memprediksi the Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bp), fokus utamanya adalah apakah mereka akan membiarkan pintu terbuka atau tidak untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut dalam upaya untuk melindungi ekonomi terbesar dunia dari memperlambat pertumbuhan global dan dampak konflik perdagangan.

Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, mengatakan:

“The Fed kemungkinan akan mencoba dan tidak menghancurkan prospek penurunan suku bunga di masa depan yang dipegang oleh pasar. Tetapi pada saat yang sama Ketua (Jerome) Powell tentu saja tidak dalam posisi untuk menjanjikan pemangkasan yang akan datang, sehingga ia diharapkan untuk mempertahankan kata-kata sejelas mungkin.”

Yukio pun menambahkan, “Setiap referensi kebijakan yang tidak jelas akan memberikan dolar dengan kenaikan tambahan karena akan lebih jauh melemahkan harapan [akan] pelonggaran yang berlebihan.”

FedWatch CME Tools menunjukkan 78% dari harga pedagang dalam potongan 25 bp. Tetapi 22% sisanya masih melihat pelonggaran 50 bp lebih dalam sebagai suatu kemungkinan.

Tingkat dana federal saat ini ditetapkan dalam kisaran 2,25% hingga 2,50%. Pedagang berjangka yang terikat dengan kurs telah memberi harga pada penurunan persentase poin secara penuh pada akhir tahun depan.

Dolar AS diperdagangkan lebih rendah pada 108,530 (USDJPY) dan e=Euro (EURUSD) naik tipis 0,05% menjadi $ 1,1159. Bank of Japan (BoJ) pada hari Selasa kemarin membuat pengaturan kebijakan yang stabil meskipun beberapa pengamat masih mencurigai adanya langkah untuk lebih memudahkan kondisi moneter.

Dilansir oleh inforexnews.com