Dollar-AS-terjungkal.jpg

Indeks US Dollar naik pada hari Senin kemarin karena aktivitas manufaktur di New York yang membukukan kenaikan terbesar dalam kurun waktu lebih dari dua tahun.

Indeks US Dollar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,1% ke 96,542 pada pukul 14:44 GMT.

The Fed New York mengatakan bahwa indeks manufaktur Empire State untuk bulan Juli berada di 4,3 poin, dibandingkan dengan sebelumnya- 8,6 pada Juni. Angka di atas nol menunjukkan ekspansi dalam aktivitas bisnis regional.

Data menunjukkan bahwa kawasan telah bangkit kembali, tetapi masih rentan, kata James Knightley, kepala ekonom internasional di ING.

Dolar AS masih menguat terhadap yen Jepang, dengan USDJPY yang naik sebesar 0,1% menjadi 107,92. Euro turun sedikit menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa minggu depan, di mana para pedagang mengharapkan bank untuk mempertahankan suku bunga stabil. Pemotongan suku bunga 10 basis poin pada bulan September dari pemangkasan lain pada bulan Maret pun telah diharapkan.

Sementara itu, the Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan berikutnya di akhir Juli ini.

EURUSD turun 0,1% menjadi 1,1261 dan dolar Australia (AUD) melonjak ke level tertinggi 10 hari setelah data dari Cina yang menunjukkan ekonomi dapat pulih dari kemelut perdagangan dengan output Industri AS yang mengalami rebound, sementara penjualan ritel naik 9,8%, bahkan ketika Ekonomi Tiongkok tumbuh (yang diperkirakan) pada tingkat paling lambat dalam 27 tahun.

Untuk memantapkan analisa, anda bisa menyimak ulasan mengenai faktor fundamental dan kalender ekonomi di minggu ini.

Dilansir oleh inforexnews.com