dollar-as1.jpg

Indeks US Dollar ditutup melemah dalam sesi market mingguan kemarin setelah adanya peningkatan dari pair – pair utama seperti EURUSD, GBPUSD, USDCAD dan juga adanya laporan bahwa para pemimpin Cina mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan antar Cina dan Amerika Serikat dapat tercapai.

Waktu tersisa hanya kurang dari satu minggu saja sebelum tarif yang lebih tinggi akan kembali diterapkan oleh Amerika Serikat setelah 1 Maret mendatang. Amerika Serikat sudah cukup lama berencana untuk menaikkan tarif pada barang impor dari Cina, dari 10 persen menjadi 25 persen.

Akhir minggu kemarin, Presiden China Xi Jinping melalui sebuah surat menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa perundingan dagang telah mengalami kemajuan yang signifikan dan kesepakatan mungkinakan segera terjadi dalam waktu dekat.

Hal ini secara fundamental juga menguatkan tekanan mata uang Yuan Cina terhadap dolar Amerika dengan kembali tertekannya harga pair USDCNH dipenutupan market mingguan pada Jumat kemarin.

Presiden Trump juga mengatakan pada akhir pekan kemarin, bahwa ia melihat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan Cina, jadi ia mungkin dapat memperpanjang negosiasi lewat dari batas waktu 1 Maret, dan memberi sinyal adanya kemungkinan dari kesepakatan tersebut.

Faktor ini jelas memicu adanya signal Bearish pada indeks US Dollar karena dolar Amerika kembali dijauhi oleh para investor sebagai aset safe haven yang kurang menarik lagi dibandingkan komoditas emas maupun mata uang lain yang lebih stabil secara perekonomian (seperti mata uang Yen Jepang maupun Swiss Franc).

Dilansir oleh inforexnews.com