Hari ini perdagangan komoditas minyak mentah tengah berada di level harga $ 57.00. Posisi harga minyak mentah kali ini adalah pencapaian pertamanya di level paling tinggi dalam waktu satu minggu terakhir. Benchmark energi mendapatkan sokongan setelah pernyataan dari arab Saudi yang bisa dipastikan sesuai dengan kenyataan mengenai komentar OPEC. Untuk saat ini dalam perdagangan bidang energi bisa lebih bersabar menunggu rilis data inventaris skala mingguan dari API dan EIA. Dari data ini para pelaku pasar dan investor bisa menentukan perdagangan dalam jangka pendek.

Pada penutupan pekan lalu, Arab Saudi memperlihatkann keputusannya untuk siap menghadapi pemotongan produksi minyak mentah lebih banyak daripada kesepakatan awal. Harga minyak mentah yang naik semakin didukung dengan laporan data skala mingguan mengenai aktivitas pengeboran AS. Pada data tersebut memperlihatkan jumlah rig pengeboran dalam proses produksi minyak AS mengalami penurunan menuju ke 834.

Sementara itu Senin kemarin melalui Sekretarisnya, OPEC membuka suara di konferensi energi yang bertempat di Houston. OPEC menyampaikan bahwa mengenai pengurangan jumlah produksi yang saat ini sedang berjalan akan terus berlaku sampai 2019 dan penyesuaian harga minyak mentah tingkat global saat ini sedang dalam proses. Hal ini yang memicu minyak reli setelah komentar dari Arab Saudi sebelumnya.

Tapi ada kekhawatian dari data pasokan minyak mentah skala mingguan yang belum dilaporkan. Selasa malam akan ada laporan mengenai pasokan minyak di American Petroleum Institute atau API. Lalu dilanjutkan laporan mingguan dari Energy Information Administration atau EIA juga akan menjadi fokus pasar dalam waktu dekat. American Petroleum Institut memprediksi data pasokan mereka akan berada di angka 7,29 juta pada minggu sebelumnya. Sementara itu Energy Information Administration memprediksi akan berada di angka 7,069.

Dilansir oleh inforexnews.com