20190807-082501-market_12_-_shutterstock_-_Copy.jpg

Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (7/8) dibuka mixed berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street tadi malam, sambil menunggu penetapan nilai tukar harian yuan oleh bank sentral China. Pasar masih mewaspadai kelanjutan perang dagang AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang cenderung bergerak mendatar.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan tipis indeks ASX 200, Australia sebesar 0,1%, diwarnai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks bergerak menguat 0,16% (10,50 poin) ke posisi 6.488,60 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,46% (-95,60 poin) ke level 20.489,71, setelah dibuka melorot 0,49%, indeks Topix juga turun 0,29%, di tengah penurunan tajam saham Fanuc sebesar 1,07%. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,36%, saham SK Hynix meningkat 1,11%, dan berlanjut naik 0,28% menjadi 1.922,89.

Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat 0,01% di posisi 25.977,72 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,41% menjadi 2.789,02.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal menghindar dari tekanan aksi jual global pada sesi perdagangan kemarin, melorot 0,91% ke level 6.119. Investor asing membukukan penjualan bersih Rp2,18 triliun.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berbalik menguat, didukung proyeksi positif rilis data cadangan devisa (cadev) Juli 2019, meski masih dibayangi tekanan aksi jual asing. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi technical rebound setelah terperosok dalam di area jenuh jual.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi berakhir rebound, menutup sesi kejatuhan beruntun setelah Beijing bergerak untuk menstabilkan mata uangnya di tengah meningkatnya perang dagang AS-China. Gubernur PBoC, Yi Gang, menyatakan bahwa China tidak akan melakukan devaluasi kompetitif dalam perang dagang.

Langkah itu dilakukan setelah Departemen Keuangan AS, Senin malam, secara resmi menyebut China sebagai "manipulator mata uang."

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan bahwa Gedung Putih masih terbuka untuk kesepakatan perdagangan antara AS dan China yang akan mengarah pada fleksibilitas tarif. Saham Apple dan Micron Technology naik lebih dari 1,5%, Nike melejit hampir 3%. Meski menguat pada sesi Selasa, pasar Wall Street tetap berada di teritori negatif untuk periode Agustus.

Dow Jones Industrial Average melompat 1,21% (311,78 poin) menjadi 26.029,52.

S&P 500 melonjak 1,3% (37,03 poin) ke posisi 2.881,77.

Nasdaq Composite Index melesat 1,39% (107,22 poin) ke level 7.833,27. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,58% menjadi USD24,18. Bursa saham utama Eropatadi malam ditutup melemah, setelah bank sentral China menetapkan referensi resmi yuan di level 6,9683 per dolar, di bawah level psikologis 7 per dolar, dan menolak tudingan sebagai "manipulator mata uang". Rilis data pesanan industri baru Jerman periode Juni melonjak 2,5% ( month-to-month ), namun masih turun 3,6% sepanjang tahun ini. Data Indeks Pembelian Manajer (PMI) konstruksi Jerman untuk periode Juli berada di posisi 49,5, turun dari 50,0 pada Juni, dan jatuh ke wilayah kontraksi untuk pertama kalinya sejak Oktober 2018.

Indeks STOXX 600 turun 0,47% menjadi 367,71, namun saham produsen barang mewah, seperti LVMH , Christian Dior dan Hugo Boss bertengger di zona hijau. Saham raksasa pos Jerman, Deutsche Post melonjak 3,5%, setelah menaikkan perkiraan 2019 dengan melakukan langkah-langkah restrukturisasi dan kenaikan ongkos kirim, serta melaporkan kenaikan laba operasi yang lebih tinggi dari ekspektasi. Saham grup industri Inggris, Rotork melesat 7,7% setelah melaporkan kinerja semester pertama, sementara saham Metro, Jerman, rontok 7,6% karena investor Ceko, tidak bersedia menaikkan tawaran untuk perusahaan tersebut.

FTSE 100 London turun 0,72% (-52,16 poin) menjadi 7.171,69.

DAX 30 Frankfurt anjlok 0,78% (-90,55 poin) ke posisi 11.567,96.

CAC 40 Paris melemah 0,13% (-6,90 poin) di level 5.234,65.

Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat, diuntungkan dari kondisi pasar yang relatif tenang setelah yuan menguat dan permintaan untuk mata uang safe-haven seperti yen dan franc Swiss mereda. China mengambil langkah untuk menstabilkan mata uangnya yang turun menembus level psikologis sehingga memicu risk aversion pada sesi sebelumnya. Risk appetite membaik, setelah People's Bank of China menetapkan nilai tukar harian untuk yuan di posisi 6,9683 per dolar, lebih kuat dari ekspektasi 6,9871. Di pasar onshore , yuan bertahan di atas 7, setelah melesat setingginya 7,0575. Di pasar offshore, yuan juga naik 0,6% terhadap dolar. Indeks dolar, ukuran kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,11% menjadi 97,630.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET) Euro (EUR-USD) 1.1203 0.0004 +0.04% 7:30 PM Poundsterling (GBP-USD) 1.2164 -0.0007 -0.06% 7:29 PM Yen (USD-JPY) 106.37 -0.10 -0.09% 7:30 PM Yuan (USD-CNY) 7.0198 -0.0309 -0.44% 11:29 AM Rupiah (USD-IDR) 14,276.50 21.50 +0.15% 4:59 AM Sumber : Bloomberg.com, 6/8/2019 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup turun lebih dari 1%, mendekati posisi terendah tujuh bulan di bawah USD60 per barel. Ketegangan perdagangan AS -China meningkatkan kekhawatiran tentang melemahnya permintaan global. Brent diperdagangkan serendahnya USD58,81 per barel, turun lebih dari 22% dari level tertinggi pada April lalu, merosot lebih dari 9% dalam sepekan terakhir. Harga minyak sedikit terangkat setelah AS memperkirakan pertumbuhan di cekungan Permian dan formasi shale-oil lainnya akan mengimbangi penurunan produksi dari Teluk Meksiko akibat Badai Barry.

Jelang rilis data persediaan minyak American Petroleum Institute dan Badan Energi AS, jajak pendapat Reuters menunjukkan persediaan minyak mentah AS diperkirakan jatuh selama delapan pekan berturut-turut.

Iran mengancam akan memblokir semua ekspor energi keluar dari Selat Hormuz, yang dilalui seperlima dari lalu lintas minyak global, jika tidak bisa menjual minyak seperti yang dijanjikan dalam kesepakatan nuklir 2015 sebagai imbalan untuk mengekang pengayaan uranium.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 58 sen menjadi USD58,23 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 78 sen menjadi USD53,92 per barel. Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat, menembus USD1.474,81, level tertinggi sejak Mei 2013, seiring memanasnya perang dagang AS-China sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi global. Gejolak di pasar global mereda karena China mempertahankan yuan. Goldman Sachs mengatakan tidak lagi memperkirakan Washington dan Beijing bakal menyetujui "gencatan senjata" untuk mengakhiri sengketa perdagangan berkepanjangan sebelum pemilihan presiden Amerika, November 2020. Banyak pengamat pasar memperhitungkan, memanasnya perang dagang AS-China akan mendorong The Fed untuk segera menurunkan lagi suku bunga. Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, Selasa, mengatakan bank sentral tidak perlu "menumpuk" penurunan suku bunga pada saat ekonomi terus tumbuh dan melakukan penyesuaian dengan kebijakan moneter yang longgar. Kepemilikan ETF emas terbesar, SPDR Gold Trust, naik menjadi 835,16 ton pada sesi Senin, tertinggi sejak 6 Juni 2018. Harga logam mulia lainnya; perak naik 0,2% menjadi USD16,42 per ounce, palladium melonjak 1,9% menjadi USD1.441,55, dan platinum turun 0,4% menjadi USD849,96.

Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.470,96 per ounce.

Harga emas berjangka naik 0,52% menjadi USD1.484,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters) Tags : brent bursa pagi ihsg ipotnewswti Dilansir oleh klubsaham.com