Mata uang Euro semakin terjungkal tadi malam setelah Europe Central Bank (ECB) menyatkaan keputusannya mengenai pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa dan menurunkan kembali ekspektasinya untuk kenaikan suku bunga di tahun ini.

Dalam pasar mata uang, kita bisa melihat bagaimana tertekannya Euro dalam beberapa pasangan mata uang (pair) seperti EURUSD, EURJPY, dan EURGBP, pasca keputusan ECB dan bahkan sejak dimulainya pasar New York karena masih kuatnya pandangan Bullish mingguan pada indeks US Dollar.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman keputusan yang tidak berubah tentang suku bunga, Presiden ECB, Mario Draghi, menyampaikan penilaian negatifnya terhadap perekonomian di kawasan Eropa. Draghi mengatakan “moderasi yang cukup besar” dalam pertumbuhan akan berlanjut hingga tahun berjalan ini.

ECB akan memulai serangkaian baru operasi targeted longer-term refinancing operations (TLTRO) yang ditargetkan secara triwulanan, pada September 2019. TLTRO akan beroperasi hingga Maret 2021, masing – masing dengan jangka waktu dua tahun, dan dikaitkan dengan tingkat refinancing.

Keputusan kebijakan dan pernyataan “lemah” dari ECB secara tidak langsung telah menyebabkan sebagian pelaku pasar berspekulasi bahwa ECB mungkin tidak akan menaikkan suku bunganya kembali sampai setidaknya tahun 2020, sehingga para investor pun akan lebih memilih menyimpan dananya pada mata uang lain dengan “signal hijau” yang lebih baik.

EURUSD ditutup dengan negatif sejak menjauh dari zona Support sebelumnya yang juga berhasil membentuk level terendah baru yang bisa sobat ketahui lebih didalam di analisa EURUSD hari ini.

Hari ini, perilisan data NFP akan memberikan kita gambaran lebih lanjut mengenai perekonomian Amerika Serikat yang mungkin akan menjadi sinyal awal dari masa depan Bullish mingguan indeks US Dollar saat ini.

Dilansir oleh inforexnews.com