7d1c71a76188aba52f5c56b777b80a28.jpg

Dolar AS melonjak menuju level tertinggi lima minggu pada hari Selasa kemarin setelah Presiden AS, Donald Trump, dan Kongres mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang, mengurangi kekhawatiran akan pemerintah yang gagal bayar.

Indeks US Dollar , yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,5% ke 97,375.

Dolar AS naik terhadap Yen Jepang, dengan pair USDJPY yang naik 0,2% menjadi 108,06.

Pounds jatuh setelah sedikit melambung ketika Boris Johnson, yang dikenal karena sikap garis kerasnya terhadap Brexit, diangkat sebagai Perdana Menteri yang baru dan juga seorang pemimpin Partai Konservatif. Johnson mengalahkan Jeremy Hunt dengan selisih 2 banding 1. Membuat Pounds kembali tertekan terhadap dolar AS (GBPUSD).

Tidak ada pertemuan antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa yang diharapkan selama musim panas, dengan pejabat Uni Eropa yang ingin melihat rencana dari Johnson terlebih dahulu, ungkap laporan dari BBC.

Johnson menegaskan kembali dalam pidatonya kepada anggota partai tentang tujuannya meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, menyatukan partai yang terpisah di Brexit, dan memimpin Tories dalam memenangkan pemilihan umum berikutnya.

Sementara itu, IMF telah menurunkan perkiraan globalnya karena ketidakpastian perdagangan dan Brexit. IMF mengatakan dalam sebuah laporan bahwa risiko penurunan telah memberikan tekanan pada ekonomi global, yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,2% pada 2019 dan 3,5% pada 2020, serta penurunan 0,1% untuk keduanya.

Dilansir oleh inforexnews.com