dolar-as-1.jpg

Dolar AS melonjak pada Selasa ke wilayah positif untuk 2018 terhadap sejumlah mata uang lainnya. Ditengah perbedaan antara pertumbuhan dan prospek suku bunga versus negara-negara lain mendorong investor untuk mengejar penguatan greenback.

Pedagang mengatakan bahwa pasar yang relatif tidak likuid karena masa liburan di sebagian besar Eropa dan bagian dari Asia telah menekankan pergerakan pada hari Selasa (1/5). Investor berebut untuk membeli dolar AS menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu (2/5) di mana beberapa pelaku pasar mengharapkan bank sentral untuk terdengar lebih hawkish terhadap suku bunga.

Indeks USD, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya mengalamikenaikan sebesar setengah persen menjadi 92.268, tertinggi sejak 11 Januari dan lebih tinggi dari awal tahun.

Terhadap euro, yang telah terpukul oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya keraguan tentang kapan Bank Sentral Eropa akan menormalkan kebijakan moneternya, dolar AS naik setengah persen.

Mata uang tunggal tersebut melemah menjadi $ 1,2026 dan terjun lebih dari lima sen dari level tertinggi yang dicapai pada bulan Februari. Dolar AS juga mendorong melewati level kunci terhadap dolar Australia, crown Swedia, Swiss franc, Poundsterling Inggris dan sejumlah mata uang negara berkembang, di mana pergerakannya cukup besar.

“Mengingat sentimen positif dan kurangnya likuiditas, tidak perlu banyak waktu bagi Greenback untuk bergerak lebih tinggi,” kata Valentin Marinov, Kepala Strategi G10 FX di Credit Agricole.

Sumber : Inforexnews