111.jpg

Mengawali pekan ini, Senin (18/2), bursa saham Asia dibuka melaju menyambut positif rencana berlanjutnya perundingan dagang AS-China di Washington pekan ini, yang mendongkrak indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,57% pada sesi awal perdagangan, didukung kenaikan harga saham keuangan sebesar 0,6%. Penguatan indeks berlanjut 0,36% (22,10 poin) menjadi 6.088,20 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 1,53% (319,65 poin) ke level 21.220,28, setelah dibuka melompat 1,56% yang diwarnai kenaikan tajam saham Fast Retailing sebesar 1,8%.

Indeks Kospi, Korea Selatan, juga dibuka menguat 0,66% didukung kenaikan Samsung Electronic 1,19%, dan berlanjut meningkat 0,69% ke osisi 2.211,33.

Melanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melompat 1,02% (285,91 poin) ke level 28.186,75 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,72% menjadi 2.701,68.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa saham Asia, setelah mengakhiri pekan lalu dengan penurunan tajam 0,48% ke level 6.389, atau turun lebih dari 2% dibanding pekan sebelumnya. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi rebound, berusaha melanjutkan pola uptrend jangka panjang dengan dukungan sentimen positif penguatan harga komoditas. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih mengarah bearish, namun sudah terkonsolidasi pada area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan seiring dengan adanya harapan Amerika dan Cina menuntaskan kesepakatan dagang diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu posisi indeks yang sudah memasuki area oversold dan meningkatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang supportdi level 6.350 dan resistance di 6.425.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham : BBCA (Buy, Support: Rp26.500, Resist: Rp27.050), MYOR (Buy, Support: Rp2.550, Resist: Rp2.650), MAPI (Buy, Support: Rp1.015, Resist: Rp1.035), PTPP (Buy on Weakness, Support: Rp1.950, Resist :Rp2.050).

ETF : XISC (Buy on Weakness, Support: Rp739, Resist: Rp757), XPFT ((Buy on Weakness, Support: Rp534, Resist: Rp540), XBLQ (Buy on Weakness, Support: Rp490, Resist: Rp496).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan melanjutkan reli, indeks Dow Jones dan Nasdaq mencatatkan kenaikan 8 pekan berturut-turut, didukung optimisme penyelesaian perang dagang AS-China. President China Xi Jinping mengatakan, kedua pihak akan menggelar pertemuan lanjutan di Washington pekan depan, dan menyatakan ada kemajuan dalam negosiasi, menuju penyelesain konflik dagang. Penyelesaian isu konflik dagang diyakini akan memberi dorongan pertumbuhan global.

Harga saham energi melonjak didorong kenaikan harga minyak lebih dari 2%. Harga saham perbankan juga menguat, Goldman Sachs, Morgan Stanley, J.P. Morgan Chase, Citigroup dan Bank of America naik lebih dari 2,5%. Saham Pepsi Co melesat 3,1% meskipun menyatakan penurunan proyeksi kinerja laba setahun. Nvidia Corp naik 1,8% dengan proyeksi akan menempati jajaran top gainers di Wall Street. Amazon melemah 0,9%, Facebook, Apple, Netflix dan Google berada di zona merah.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,74% (443,86 poin) ke level 25.883,25.

S&P 500 melaju 1,09% (29,87 poin) ke posisi ke posisi 2.775,60.

Nasdaq Composite naik 0,61% (45,46 poin) menjadi 7.472,41.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,04% menjadi 25,98.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat, mencapai posisi tertinggi sejak November lalu, merespon perkembangan positif perundingan dagang AS-China. Kantor berita Xinhua memberitakan China dan AS telah mencapai konsensus prinsip pada beberapa isu penting. Indeks STOXX naik 1,41% menjadi 368,94, melaju 3% secara mingguan, dipimpin kenaikan harga saham sektor perbankan sebesar 2,75%. Bank Sentral Eropa membuka kemungkinan kebijakan baru pinjaman murah multi years bagi perbankan.

Saham Scout 24, Jerman melambung 11% setelah Hellman & Friedman dan Blackstone menawar bisnis onlinenya senilai 5,7 miliar euro. Saham sektor pertambangan melaju 1.95%, sektor otomotif melompat 2,1%.

Saham media Prancis, Vivendi melejit 5,6%. Saham Bollore, Telecom Italia, dan SaabSwedia melesat lebih dari 6%. Sebaliknya saham, Eutelstat, Prancis rontok 6,5%karena melaporkan perkiraan penurunan penerimaan semester I.

DAX 30 Frankfurt melesat 1,89% ( 210,10 poin) ke level 11.299,80.

FTSE 100 London naik 0,55% (39,76 poiin) menjadi 7.236,68.

CAC 40 melaju 1,79% (90,67 poin) ke posisi 5.153,19.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu melemah, tertekan oleh rilis sejumlah data ekonomi yang suram. Produksi industri AS pada Januari lalu turun 0,6%, penurunan pertama dalam 8 bulan terakhir, gagal memenuhi konsensus pasar. Indeks harga barang turun 0,5%, menyusul penurunan pada Desember dan November lalu, sebesar 1,0% dan 1,7%. Penjualan ritel AS pada Desember juga turun 1,2%, terburuk dalam 9 tahun terakhir. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melemah 0,08% menjadi 96,904.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot Currency Value Change % Change Euro (EUR-USD) 1.1296 0.0001 +0.01% Poundsterling (GBP-USD) 1.2889 0.0086 +0.67% Yen (USD-JPY) 110.47 -0.01 -0.01% Yuan (USD-CNY) 6.7731 0.0011 +0.02% Rupiah (USD-IDR) 14,154.00 64.00 +0.45% Sumber : Bloomberg.com, 15/2/2019 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan lebih dari 2%, ke level tertinggi tahun ini. OPEC menjadi lokomotif kenaikan dengan memangkas pasokan dan Arab Saudi mengumumkan penurunan produksi 500 ribu barel per hari pada Maret, lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Arab Saudi juga menutup aktivitas ladang minyak terbesarnya di Safaniya yang berkapasitas 1 juta bph. Secara mingguan harga minyak Brent melesat 6,7%, dan ETI melonjak 5,4%. Bank of American Merril Lynch mengatakan pasokan OPEC diperkirakan drop 2,5 juta pada triwulan terakhir 2019. Namun pasar masih dibayangi ketidakpastian karena pelemahan ekonomi di Eropa, China dan AS yang berpotensi menekan permintaan minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,68 (2,6%) menjadi USD66,25 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,18 (2,2%) menjadi USD55,58 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga mengakhir pekan lalu di posisi tertinggi sepekan, setelah data perekonomian AS mendorong ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat. Penguatan harga emas juga dipicu oleh pelemahan data ekonomi Eropa dan China, yang berpotensi mendorong kebijakan moneter longgar di seluruh dunia. Harga logam mulai lainnya juga naik. Platinum melejit 2,16%, timah melaju 1,02%. Harga emas di pasar spot naik 0,63% menjadi USD1.320 per ounce.

Harga emas berjangka naik USD8,20 menjadi USD1,322,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

Dilansir oleh KlubSaham.com