dollar-499481-960-720-580x358.jpg

Indeks US Dollar kembali menguat hingga berada disekitar area High Weekly yang didongkrak oleh harapan bahwa sengketa perdagangan yang berlarut – larut antara Amerika Serikat dan Cina akan segera diselesaikan.

Salah satu dampak dari penguatan ini ialah tersentuhnya zona Resistance Daily terhadap mata uang Yen Jepang (pada pair USDJPY).

Greenback telah naik sekitar 0,85 persen terhadap mata uang safe haven Jepang di sepanjang minggu ini, yang juga didukung oleh beberapa faktor seperti data ekonomi AS yang kuat dan peningkatan minat investor dalam selera risiko.

Perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina telah menjadi gangguan utama bagi pasar keuangan selama setahun terakhir, dengan aset berisiko khususnya terpukul di tengah kekhawatiran tentang perluasan bisnis dan dampak pertumbuhan dari konflik.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa kedua negara tersebut semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan yang dapat diumumkan dalam waktu empat minggu.

Di sisi ekonomi, investor akan memiliki kesempatan untuk mengukur kesehatan ekonomi terbesar di dunia ketika laporan pekerjaan AS Maret dirilis nanti malam (NFP).

Junichi Ishikawa, ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo, mengatakan:

“Secara khusus fokus adalah seberapa kuat komponen pendapatan dari laporan pekerjaan sebenarnya. Hasil upah yang kuat akan menggaris bawahi konsumsi swasta yang kuat dan mempercepat rebound dalam hasil Treasury dan pada gilirannya memungkinkan dolar / yen untuk menguji level tertinggi baru.”

Dolar Amerika memperpanjang kenaikan semalam dan naik menjadi 111,80 yen, level tertinggi sejak pertengahan Maret kemarin.

Euro stabil di $ 1,1223, ditutup dengan kuat setelah data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan pesanan industri Jerman turun pada bulan Februari.

Pounds hampir datar di $ 1,3074 setelah merosot 0,7 persen semalam.

Sterling tergelincir pada hari Kamis, menghentikan kenaikan beruntun tiga hari, karena kekhawatiran naik bahwa Inggris mungkin menuju penundaan Brexit yang berlarut – larut.

Inggris dapat meminta Uni Eropa untuk penundaan panjang Brexit minggu depan jika pembicaraan krisis antara pemerintah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan oposisi Partai Buruh gagal menemukan jalan keluar dari kebuntuan atas pemisahan Inggris dari Uni Eropa.

Dalam pandangan teknikal, indeks US Dollar masih berpotensi untuk mengalami rejeksi dari area High Weekly (yang bisa berperan sebagai area Resistance) JIKA tidak didukung oleh animo beli kuat dan valid sebagai respon terhadap NFP dan juga pada kadar selera resiko yang dihasilkan.

DIlansir oleh inforexnews.com