pic018c0f211da3216237fc0c48d9d930f8.jpg

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta Bagaikan langit dan bumi, nasib nilai tukar dolar AS dan rupiah berbanding 180 derajat pada perdagangan spot, Kamis (01/08/2019). Tatkala dolar AS unggul di hampir seluruh mata uang dunia, rupiah justru menjadi yang terlemah di antara yang lemah.

Kala pembukaan pasar pagi tadi, rupiah terdepresiasi 0,31% ke level Rp14.055 per dolar As. Terhitung sampai dengan pukul 09.57 WIB, depresiasi rupiah menebal jadi 0,54% ke level Rp14.093 per dolar AS.

Asal tahu saja, saat ini dolar AS tengah dijunjung tinggi lantaran The Fed tak lagi bersikap dovish. Mengawali hari di bulan Agustus, pelaku pasar dihadiahi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps), tidak seagresif seperti yang diharapkan oleh pasar.

Penurunan suku bunga yang di bawah ekspektasi pasar membuat dolar AS merasa jemawa dan meninggalkan jauh mata uang lainnya. Misalnya saja, di jajaran Asia, hanya ada dolar Hongkong dan won yang unggul terhadap dolar AS, itu pun tipis hanya 0,01% dan 0,03%.

Dari sekian banyak mata uang Asia yang tertekan di hadapan dolar AS, rupiah dan baht menjadi yang paling tertekan. Ya, rupiah terpaksa kembali menyandang status sebagai mata uang terlemah kedua di Asia setelah baht.

Tekanan paling dalam yang diterima rupiah berasal dari won (-0,51%), dolar Hongkong (-0,50%), dolar Singapura (-0,42%), dolar Taiwan (-0,35%), yuan (0,29%), dan yen (-0,17%).Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Rivan Awal Lingga Dilansir oleh Investing.com