audusd-signals.jpeg

Hari ini Jumat (19/4) yang juga bertepatan dengan hari Paskah membuat perdagangan Dolar Australia mengalami kondisi stagnan terhadap USD. Sampai saat ini pasangan AUDUSD telah memperpanjang masa stagnan di kawasan level harga 0,71. Tadi malam pasangan ini juga telah mengalami pemantulan dan sudah kehilangan momentum untuk melanjutkan pemantulan tersebut. Karena kalender rilis data ekonomi pada hari ini sangat sepi karena sebagaian besar bank utama sedang libur hari Paskah.

Dolar Australia berhasil mengembalikan kekuatannya untuk mendaki dari level paling rendah dua hari terakhir di 0,7136. Level paling rendah tersebut ditempuh pasangan AUDUSD setelah USD diperdagangkan dengan suasana penuh optimisme.

Laporan data AS mengenai penjualan ritel sangat mendorong USD untuk menguat dan mengurangi kekhawatiran pasar mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi di AS. Tapi data USD yang positif turut diimbangi dengan rilis data tenaga kerja Aussie yang juga optimis. Sehingga pasangan ini kembali bangkit menuju ke level harga 0,7200 dari penurunan sebelumnya.

Memang Dolar Australia telah berhasil memulihkan diri dari penurunan sebelumnya, tapi secara luas pasangan AUDUSD masih beresiko untuk meneruskan penurunan lebih lanjut lagi. Hal ini didasarkan analisa teknikal oleh analis karena pasangan ini sudah mengkonfirmasi kondisi bearish dalam rising wedge Kamis kemarin. Momentum penurunan cukup kuat dan berada di bawah support membuka peluang penurunan lanjutan menuju ke sekitar level 0,7070.

Untuk perdagangan pasangan Dolar Aussie terhadap Dolar AS ini ke depan masih harus menghadapi likuiditas pasar yang tipis dan berpotensi menguji kawasan level harga 0,7100. Kemungkinan ini didasarkan kalender rilis data ekonomi AS mengenai perumahan abru dan juga izin bangunan. Jika dilaporkan dengan hasil yang optimis, maka akan menekan pasangan AUDUSD lebih dalam lagi.

Dilansir oleh inforexnews.com