20180315-082147-market_stock2_3.jpg

Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (25/6) dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren pelemahan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang diwarnai ancaman sanksi baru AS terhadap Iran, menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G-20 akhir pekan ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,16%, dan hampir semua sektor melemah. Indeks berbalik menguat 0,17% (11,30 poin) ke posisi 6.676,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat tipis 0,03% (6,53 poin) di level 21.292,52, setelah dibuka melemah 0,16%, sementara indeks Topix sedikit menguat di tengah kenaikan nilai tukar yen.

Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka relatif mendatar di kisaran level 2.130, dan berlanjut naik 0,30% menjadi 2.132,75.

Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,23% (-65,04) ke level 28.447,96 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,11% menjadi 3.004,91.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah gagal keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin, IHSG kembali tergerus 0,43% dan ditutup di level 6.288, investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp101,55 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan pelemahan secara terbatas dengan diwarnai capital outflow , namun masih memiliki peluang melanjutkan tren kenaikan jangka menengah-panjang. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan, dengan momentum bearish di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sikap hati-hati investor menjelang pertemuan antara Presiden AS dan Presiden China pada KTT G20 pekan ini menjadi sentimen negatif di pasar. Dari dalam negeri investor juga masih akan menanti keputusan MK terkait gugatan pilpres yang rencananya akan di umumkan hari Kamis pekan ini.

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah, emas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support di level 6.255 dan resistance di level 6.320.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

Saham: WIKA (Buy, Support: 2.310, Resist: Rp2.390), MNCN (Buy, Support: Rp970, Resist: Rp1.030), BBCA(Buy on Weakness, Support: Rp29.275, Resist: Rp29.475), MPPA (Buy, Support: Rp200, Resist : Rp232).

ETF: XMTS ( SELL , Support: Rp528, Resist: Rp535), XIIT ( SELL , Support: Rp566, Resist: Rp573), XIIC ( SELL , Support: Rp1.167, Resist: Rp1.175).

Amerika Serikat dan Eropa Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir cenderung melemah, investor bersikap hati-hati menjelang pertemuan pemimpin AS-China di ajang KTT G20, Jepang, Jumat nanti dan meningkatnya ketegangan AS-Iran. Washington memberlakukan sanksi baru terhadap Iran. Investor juga menunggu rilis beberapa indikator ekonomi AS pekan ini, termasuk laporan kepercayaan konsumen, pertumbuhan PDB, serta pendapatan dan belanja pribadi.

Saham Caesars Entertainment melonjak 14,5% setelah menyetujui akuisisi oleh Eldorado Resorts senilai USD17,3 miliar. Saham Eldorado anjlok 10,6%. Celgene merosot 5,5%dan Bristol-Myers terperosok 7,4% setelah mengumumkan rencana divestasi untuk mendapatkan persetujuan merger. United Technologies melejit 1,1% dan saham Deere melesat 1,6% setelah anaklis meng- upgrade saham mereka .

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03% (8,41 poin) di posisi 26.727,54.

S&P 500 melemah 0,17% (-5,11 poin) menjadi 2.945,36.

Nasdaq Composite turun 032% (-26,01 poin) ke level 8.005,70. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,12% menjadi USD25,59. Bursa saham utama Eropa tadi malam jga berakhir cenderung melemah, investor terus mewaspadai ketegangan geopolitik AS-Iran. Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi "besar" kepada Iran, meski ada dorongan diplomatik dari para pemimpin Eropa agar kedua pihak menahan diri. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan China, Wang Shouwen, mengatakan Beijing ingin Washington membatalkan tindakan yang "tidak pantas" terhadap perusahaan teknologi China

Indeks STOXX 600 turun 0,25% menjadi 383,79, dipimpin penurunan harga saham sektor otomotif sebesar 1,2%. Saham Daimler anjlok 4%, setelah memangkas prospek pendapatan 2019 terkait masalah dengan kendaraan dieselnya. Indeks kepercayaan bisnis Jerman yang dirilis Ifo, jatuh ke level terendah sejak November 2014, menambah kekhawatiran kontraksi pada kuartal kedua ekonomi Jerman.

FTSE 100 London naik tipis 0,12% (9,19 poin) menjadi 7.416,69.

DAX 30 Frankfurt melorot 0,53% (-65,35 poin) ke level 12.274,57.

CAC 40 Paris menyusut 0,12% (-6,62 poin atau) ke posisi 5.521,71.

Nilai Tukar Dolar AS Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertekan ekspektasi bahwa The Fed bakal menurunkan suku bunga lebih dari sekali tahun ini. Sementara itu ketegangan Iran-AS mendukung penguatan yen sebagai safe-haven. Investor menunggu apakah Trump dan Xi Jinping akan menyebut "gencatan senjata" di ajang KTT G20 di Jepang, pekan ini.

Pasar percaya jika Washington dan Beijing gagal memperbaiki hubungan dagang mereka, The Fed akan dipaksa untuk memangkas suku bunga guna mencegah perlambatan ekonomi akibat kenaikan tarif impor AS. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,25% menjadi 95,984, setelah anjlok 1,57% pada pekan lalu.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency Value Change % Change Time (ET) Euro (EUR-USD) 1.1398 -0.0001 -0.01% 7:28 PM Poundsterling (GBP-USD) 1.2737 -0.0006 -0.05% 7:28 PM Yen (USD-JPY) 107.34 0.04 +0.04% 7:28 PM Yuan (USD-CNY) 6.8770 0.0085 +0.12% 11:29 AM Rupiah (USD-IDR) 14,146.50 -8.50 -0.06% 4:56 AM Sumber : Bloomberg.com, 24/6/2019 (ET)

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif, di tengah kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik AS-Iran. Pasar kembali mengkhawatirkan penurunan permintaan minyak global.

Pasokan cenderung ketat, karena OPEC + diperkirakan akan memperpanjang kesepakatan pembatasanproduksi dalam pertemuan di Wina, pada 1-2 Juli. Rilis data manufaktur yang lemah, oleh Federal Reserve Bank of Dallas, menambah kekhawatiran terhadap permintaan minyak mentah.

Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, setelah membatalkan serangan balasan atas penembakan pesawat tanpa awak AS oleh Iran. Harapan terbuka untuk kemajuan dalam perundingan perdagangan China-AS di ajang KTT G20 minggu ini, investor menunggu pertemuan Trump dengan Xi Jinping. Analis memperkirakan tidak akan ada kesepakatan apa pun yang akan dicapai dalam tersebut.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 34 sen (-0,5%) menjadi USD64,86 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik 47 sen (0,8%) menjadi USD57,90 per barel. Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melonjak lebih dari 1%, sempat menembus USD1.416,84, level tertinggi sejak Agustus 2013, karena pelemahan dolar dan pengumuman sanksi baru AS terhadap Iran. Emas juga mendapatkan dukungan dari kemungkinan penurunan suku bunga oleh sejumlah bank sentral global. Harga emas sudah melejit lebih dari 8% bulan ini, dan sekitar USD75 per ounce selama sepekan terakhir. Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, melonjak 4,6% pada akhir pekan lalu, kenaikan dengan persentase harian terbesar sejak September 2008. Harga logam lainnya juga melaju; harga perak naik 0,4% menjadi USD15,41 per ounce, platinum menguat 0,7% menjadi USD811,36, dan palladium melesat 2,6% menjadi USD1.539,51.

Harga emas di pasar spot melompat 1,2% menjadi USD1.415,16 per ounce.

Harga emas berjangka melonjak 1,3% menjadi USD1.418,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters) Dilansir oleh KlubSaham